oleh

Ini Usaha Untuk Bangkit Saat Pandemi Bisa Meraup Keuntungan Jutaan Perbulan

rokanhulu.net – Bukan nominal yang sedikit jika hanya di ruangan yang berukuran 4×4 meter, jutaan rupiah pun berhasil dihasilkan.

Apalagi dimasa pandemi seperti yang melanda Bumi Lancang Kuning saat ini, tapi itulah hasil kerja keras Teguh Imam yang memberanikan diri membudidayakan ikan cupang di kediamannya yang berlokasi di Gang Matador 2, Jalan Pahlawan Kerja.

Ia mampu hasilkan hingga Rp. 4 juta rupiah setiap bulannya dari hasil penjualan ikan cantik yang awalnya hanya menjadi hobi remaja 22 tahun itu.

Sejak 5 bulan terakhir ini, Teguh menghiasi ruangan itu dengan puluhan toples yang berawal hanya sekedar untuk mengisi waktu. Ia justru malah berhasil mengembang bukan ikan yang sejak lama memang disukai banyak orang itu.

Disambangi di kediamannya, sembari sibuk memindahkan beberapa ekor ikan cupang dari satu Aquarium ke Aquarium lain, Teguh bercerita saat ini hanya tinggal 50 ekor lebih saja ikan cupang yang terdapat di aquariumnya.

“Beberapa hari lalu ada sekitar 100 ekor, tapi sekarang tinggal 50 lebih, karena beberapa sudah terjual,” ungkapnya sembari melihat ikan-ikannya yang sedang makan jentik nyamuk yang baru saja dimasukkannya ke dalam toples ikan itu.

Memang benar, tampak banyak toples akuarium sudah kosong, yang akan kembali diisi oleh Teguh.

Ia menyebut, di ruangan kecil itu Tagih memiliki beragam jenis cupang yang digemarinya. Mulai dari ikan cupang Multi Color, Nemo, Yellow Fancy, Black Koi, Koi, Galaxy, Black Dragon dan berbagai jenis lainnya.

Menelisik awal mula Teguh beternak ikan cupang hingga berhasil memperoleh penghasilan tambahan. Terungkap ternyata itu semua berawal dari hobi memilihara karena warna ikan yang sangat menarik.

“Baru 5 bulan ini saya mulai sungguh-sungguh beternak dan membudidayakan cupang ini. Sebelumnya kegiatan saya cuma satu, bantu orangtua jagain kedai pakan ternak. Karena kondisi Covid-19 sedikit berimbas ke kedai, saat itu saya berpikir kenapa saya tidak coba membudidayakan ikan cupang ini,” ungkap Teguh.

Teguh tak mau mengulur niatnya membudidayakan ikan cupang. Ia pun memulainya dengan belajar beternak cupang dari berbagai sumber di internet. Mulai dari belajar memelihara ikan cupang yang baik dan benar, hingga cara mudah mengawinkan ikan cupang agar cepat bertelur.

Belajarnya membuahkan hasil positif. Sebelum berangkat ke kedai pakan ternak pagi hari, dirinya selalu menyempatkan diri untuk mengurus koleksi ikan yang dimiliki.

“Ikan-ikan ini awalnya cuma 4 ekor, pemberian orang juga. Ya paling modal awalnya beli aquarium kecil. Setelahnya saya belajar budidaya tentang bagaimana mengurus dan mengawinkan, sekarang alhamdulillah bisa dapat sampai Rp. 4 juta sebulan, lumayan sebagai sampingan,” sebutnya.

Menurut Teguh, ia tak salah dalam mengambil langkah. Ketika niatnya membudidayakan ikan cupang berjalan, gayung pun seakan bersambut.

Ikan cupang akhir-akhir ini semakin populer dan trending di media sosial, yang pada akhirnya banyak orang yang tertarik untuk memeliharanya sebagai ikan hias di dalam rumah.

“Saya pun mencoba melakukan pemasaran secara online, di facebook grup dan marketplace facebook. Semua grup saya coba bergabung, tentunya grup para penghobi ikan cupang,” ujarnya.

Usaha Teguh memasarkan ikan cupang melalui media sosial berhasil. Giat memposting foto dan video ikan-ikannya setiap hari, mampu menarik anggota grup untuk membeli.

“Kadang setiap hari ada aja yang membeli. Sehari bisa menjual Rp. 100 ribu sampai Rp. 500 ribu, bahkan ada yang membeli sampai Rp. 1 juta,” terangnya.

Harga ikan cupang koleksi Teguh bervariasi. Mulai dari Rp. 50 ribu hingga Rp. 500 ribu perekor. Tergantung variasi warna dan jenis.

Bicara soal siapa yang membeli, Teguh bercerita dari kaum bapak-bapak, pemuda sebayanya, kaum ibu dan segmen masyarakat lainnya.

“Sering sekali saya ngirim ke luar Pekanbaru. Pernah ngirim ke Sumbar, Belilas, Bengkalis dan daerah Riau lainnya, yang semua pelanggan ini hasil dari pemasaran secara online di Facebook,” jelasnya.

“Ada juga ikan cupang yang saya punya sampai ke luar negeri. Tapi kebetulan bukan saya yang ngirim langsung. Ada pelanggan yang beli kemarin, lalu dia kirim lagi ke luar Indonesia,” tambahnya.

Teguh mengaku tak sulit dalam beternak ikan cupang asalkan mau belajar. Dari segi modal pun tidak butuh banyak uang, cukup mencari jentik nyamuk sebagai makanan.

“Ya paling modalnya cuma beli aquarium. Itu pun belinya tidak langsung dalam jumlah banyak. Bertahap, kalau jumlahnya bertambah tentu kita beli aquarium lagi,” ujarnya.

Bercerita soal upaya mengawinkan ikan-ikan miliknya, Teguh mengatakan mudah setelah belajar. Dalam satu waktu dirinya bisa mengawinkan lima sampai tujuh pasang ikan.

Prosesnya pun tidak membutuhkan waktu lama. 2-3 hari memperkenalkan, dan satu hari proses bertelur.

“Habis itu sehari setelahnya akan menetes, lalu anak ikan akan belajar berenang, 4 hari setelah menetes barulah bisa kita kasih makan dan satu minggu setelahnya baru dipisahkan,” sebut Teguh.

“Satu pasang ikan bisa meneteskan sampai 200 telur. Kalau kita paham cara budi daya, kemungkinan hidup ikan itu bisa sampai 80 persen,” jelasnya.

Bagi yang tertarik membeli Ikan Cupang Teguh, bisa menemukannya. dalam Grup Facebook Cupang Pekanbaru hingga Cupang Riau. Atau bisa juga kontak melalui nomor WA 082249497876, DM Instagram di @teguhimammunadi.14 dan atau inbox ke Facebook Marwa. (riauterkini)

Komentar

Tinggalkan Balasan Anda

Sebaiknya Anda Baca