oleh

Tiga Elemen Masyarakat Minta Bawaslu Tindak Lanjuti Dugaan Kecurangan Pilkada Rokan Hulu 2020

rokanhulu.net – Tiga elemen masyarakat mendatangi Sekretariat Bawaslu Rokan Hulu di Jalan Imam Baqi Desa Babussalam, Kecamatan Rambah, Selasa pagi 15 Desember 2020.

Ketiga elemen masyarakat, yakni Aliansi Masyarakat Adat Lima Luhak Kabupaten Rokan Hulu, Hulubalang Rokan Hulu dan Tokoh Masyarakat Rokan Hulu, menyampaikan secara lisan dan surat tertulis ke Bawaslu Rokan Hulu untuk menindaklanjuti dugaan kecurangan saat pencoblosan dan pasca pencoblosan pada Pilkada Serentak 2020.

Kedatangan tiga elemen masyarakat ini diterima oleh Ketua Bawaslu Rokan Hulu Fajrul Islami Damsir dan tiga komisioner yaitu Gummer Siregar, Yurnalis dan Fanny Ariandi.

Tiga elemen masyarakat ini menduga ada kecurangan mobilisasi pemilih hampir di seluruh perusahaan di Kecamatan Tambusai dan Kecamatan Tambusai Utara, salah satunya di sekira 27 TPS yang ada di PT. Torganda pada proses pencoblosan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hulu, Rabu 09 Desember 2020.

Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Adat Lima Luhak Kabupaten Rokan Hulu, Laksamana Hery, mengaku kedatangan tiga elemen masyarakat ke Sekretariat Bawaslu Rokan Hulu tidak beraliansi ke salah satu pasangan calon Pilkada manapun.

Hery mengatakan telah menyampaikan secara lisan dan tulisan ke Bawaslu Rokan Hulu terhadap dugaan pelanggaran Pilkada 2020, termasuk temuan-temuan di lapangan.

“Walaupun kami bukan lembaga teknis tapi kami juga adalah bagian dari masyarakat yang punya hak untuk menyampaikan aspirasi ini kepada Bawaslu. Kami berharap Bawaslu mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran yang telah terjadi,” tegasnya.

Dugaan penggelembungan suara dan mobilisasi pemilih, ungkap Hery, terjadi di hampir 27 TPS bermasalah dalam perusahaan, oleh karenanya tiga elemen datang ke Sekretariat Bawaslu Rokan Hulu.

Informasi dugaan kecurangan yang terjadi, tambah Hery, ada TPS yang hanya membuat 25 undangan untuk satu TPS, tapi jumlah pemilih yang mencoblos hampir 250 orang per TPS.

“Semuanya kami menyampaikan bukti ini secara lisan dan kami tuangkan dalam bentuk tulisan. Kami hanya menyampaikan laporan itu, dan lebih teknisnya lembaga lembaga teknis yang mengkaji tentang Pilkada Rokan Hulu, dan bisa saja para saksi dan yang lainnya untuk ikut partisipasi untuk memperkuat laporan ini,” harap Hery.

“Kami tidak punya kepentingan kepada salah satu calon dan kami tidak punya kepentingan ke siapapun pemenangnya hari ini, tapi kalau cara-cara dilakukan dengan kecuranganx baik itu Paslon maupun itu tim harus ditindaklanjuti,” tambahnya.

Hery mengharapkan kalau memang perusahaan merugikan suara masyarakat umum, maka suara harus dihapuskan atau dihanguskan.

“Kalau calon juga terlibat di dalam ini kami harap Bawaslu mungkin bisa menjatuhkan sanksi berat diskualifikasi,” tegas Laksamana Hery lagi dan mengaku akan mengawal laporannya.

Sementara, Ketua Bawaslu Rokan Hulu, Fajrul Islami Damsir, mengaku sudah menerima aspirasi secara lisan dan tulisan dari tiga elemen masyarakat, namun bukan dalam bentuk laporan.

Diakui Fajrul, Komisioner Bawaslu Rokan Hulu akan turun hari ini ke Kecamatan Tambusai dan Tambusai Utara, menindaklanjuti, mengecek persoalan dan perselisihan yang terjadi di lapangan saat proses pencoblosan dan pasca pencoblosan, termasuk dugaan mobilisasi pemilih.

“Sesuai mekanisme yang ada akan kami tindaklanjuti dan dalami laporan ini,” kata Fajrul, dan mengaku Bawaslu Rokan Hulu tetap bekerja sesuai mekanisme.

Selain aspirasi dari tiga elemen, tambah Fajrul, sebelumnya Bawaslu juga sudah menerima laporan dugaan kecurangan Pilkada 2020 dan hal itu juga masih dalam proses. (riauterkini)

Komentar

Tinggalkan Balasan Anda

Sebaiknya Anda Baca